indahnya berbagi…

tahun ini, puasa ketiga saya dan teman-teman sebagai LAPANers ๐Ÿ˜€ Alhamdulillah. bukber dua ramadhan sebelumnya yang biasanya diisi dengan makan-makan dan kumpul-kumpul [yang kurang jelas] sekarang diganti dengan acara bukber yang lebih bermanfaat dan berkesan. dimotori oleh Ayuningtyas [Pekayon] dan Rizka Auliaย [Bandung], bukber kali ini dilaksanakan di panti asuhan dibilangan Kampung Ambon Jaktim [gak jauh-jauh seputaran Rawamangun – headquarter] ๐Ÿ˜€ selain acara bukber, diisi juga dengan quiz kecil-kecilan seputar pertanyaan yang berbau Islami ๐Ÿ˜€

LAPANers '10_1

fullteam

LAPANers '10_2

fullteam

LAPANers '10

quiz

LAPANers '10_3

quiz

LAPANers '10_4

quiz

LAPANers '10

berbukaaaa…

LAPANers '10

narsis

LAPANers '10

quiz

LAPANers '10

bingkisan

LAPANers '10

quiz

LAPANers '10

quiz

LAPANers '10

bingkisan

LAPANers '10

narsis

LAPANers '10

bingkisan

LAPANers '10

gaya

sumber foto

negeri di ujung tanduk…

negeri di ujung tanduk

negeri di ujung tanduk

akhirnya selesai juga baca buku Tere Liye Negeri di Ujung Tanduk, sekuel dari Negeri Para Bedebah. masih bercerita tentang konspirasi, penghianatan, idelisme, konglomerasi dengan beberapa karakter lama dan beberapa karakter baru.

to the point,

….

si Tommi berhasil menghancurkan pengkhianatan masa lalu [Shinpei] ๐Ÿ™‚

beli bukunya atau minjem deh punya siapa gitu ๐Ÿ˜€

NB :ย  recommended banget, lumayan baca buku sambil nunggu azan magrib sekalian belajar soal ilmu ekonomi, politik, sosial-budaya. finally have nice read ๐Ÿ™‚

 

diam

diam itu bukan berarti sombong untuk menyapamu

diam juga bukan berarti minder terhadapmu

diam [mungkin] karena lelah menyapamu atau bahkan

diam karena memilih tak lagi peduli…

serius…!

oke, to the point…! sekarang kita tinggalkan omong kosong soal absen yang absurd. kita serius…! iya S.E.R.I.U.S…! untuk datang paling telat pulang paling cepat…!!!

#sighย ย  #damnย ย  #absurd

misi…

Well, mari merapihkan hidup. slogan untuk bulan Mei yang sudah berlalu masih membekas di otak. merapihkan hidup. terdengar sedikit memaksakan karena sebegitu parahkah hidupku selama ini? jangan tanyakan karena sedikit berantakan diluarnya dan lebih berantakan lagi didalamnya *tsah!*

oke. hampir 2,5 tahun ini aku sinting setengah mati mencoba tetap waras di tengah belantara kantor pemerintah. haha. sarkasme banget. mungkin tak seberlebihan itu tapi memang terjadi. melawan arus yang kadang berseberangan dengan prinsip sampai akhirnya menyerah dan ikut beradaptasi. ya, seperti janji pada diri sendiri. beradaptasi apapun yang terjadi.

kau tau, mottoku untuk minggu ke-3 di Juni ini?

datang siang pulang cepet!

serius. kutempel di meja kerjaku. entah apa motivasiku. hanya mengikuti arus, perintah otakku. meskipun itu tak terjadi. aku masih saja merasa bersalah kalau bertingkah seperti itu. *sigh*

sekarang sintingku bertambah parah, mulut ikut tak terkendali karena mencoba beradaptasi. culas dan tak bertata krama *ini perlu dibenahi ya* semakin aku tak beradaptasi semakin sinting dibuatnya.ย karena apapun yang sudah mengakar menjalar semakin panjang sulit dihilangkan. satu-satunya cara agar tetap waras adalah ikuti permainannya dan mainkan peran dengan apik tanpa cela. bukankah kita semua adalah aktor? berpura-pura manis diluar tapi menikam didalamnya. haha.

jangan bertanya padaku, aku bukan orang baik tapi aku juga berusaha untuk tidak jahat. karena aku berpotensi keduanya. tinggal dilihat saja kadarnya. yang perlu aku lakukan sekarang adalah menekan sisi jahatku agar tak muncul kepermukaan dan memuntahkannya semena-mena.

Hi gie, mari taklukan hutan belantara ini!

 

tulisan diatas begitu mengena tepat sasaran. sudah puluhan kali saya baca tulisan itu, untuk sekedar mengingatkan saya, menyindir diri dan sesekali menertawai diri sendiri.

#rewrite dari tentang misi-nya yogihardayaningtyas

 

rezeki…

rezeki itu bukan cuma dilihat dari besarnya take home pay, tapi juga…

lokasi kantor yang dekat-bebas macet. gak perlu buru-buru berangkat selepas subuh dikala matahari belum muncul untuk spare waktu dijalan dan berdesak-desakan di angkutan umum kala rush-hour

bisa datang tepat waktu jam 07.30 teng dan sudah nyampai dirumah pukul 17.oo teng ๐Ÿ˜€

suasana kantor yang rimbun-rindang dikelilingi kebun-kebun dengan campuran bau rumput yang segar ๐Ÿ˜€

jobdesc yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan talent mapping pastinya ๐Ÿ˜€

bebasnya pakaian kantor [tanpa seragam], bisa memakai jeans-denim setiap hari namun tetap bebas pantas

asiknya teman-teman

dan juga kopi-teh-kuaci yang selalu melimpah

menusia bermanfaat

Saya percaya bahwa nilai seseorang tak akan ditentukan oleh banyaknya harta, banyaknya kekayaan, tingginya pangkat dan jabatan, tingginya gelar, serta banyaknya ilmu. Nilai seseorang akan lebih ditentukan oleh berapa besar/banyak umat manusia yang memperoleh manfaat dari seseorang tersebut.

– Onno W Purbo –

membaca quote diatas bikin merinding, saya merasa dibuat malu…! soalnya belum merasa menjadi orang yang bermanfaat bagi intansi tempat saya bekerja, lingkungan sosial, bahkan keluarga ๐Ÿ˜ย  semoga saya bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan tentunya pembaca ๐Ÿ™‚