j#ncuk…

[maaf] kalau judulnya sedikit berbau negatif. tapi tolong jangan nilai sesuatu hanya dari judulnya saja, baca dulu isinya baru komentar 😀

oke, belakangan ini rasa-rasanya saya sudah mulai ketularan membaca buku dari seseorang tercinta disana. buku pertama yang saya baca adalah j#ncuk karya Sudjiwo Tejo. waktu dikasih pinjam ini buku, sempat mengkrenyitkan dahi begitu membaca judulnya J.#.N.C.U.K okelah, lupakan soal judulnya, karena secara gramatikal [tata bahasa] saya rasa kata ini tidak ada dikamus besar bahasa Indonesia dan orang Jawa Timur khususnya Surabaya lebih ahli untuk menjelaskan definisinya…

#jancuk itu asli kosakata Surabaya. Artinya Jaran Ngencuk.

Dulu pernah dibuatkan seminar di Surabaya, bukan umpatan, cuma salam.

Contoh: #Jancuk! Nang endi ae koe? (ke mana aja loe?) Muatan emosinya bukan jorok, tapi terkejut ketemu teman.

Kalo bahasa Inggris: where the fuck have you been man? Bukan jorok, tapi suprised.

j#ncuk

j#ncuk

buku ini seperti gado-gado, campur-campur tapi dikemas dalam bab-bab berbeda yang tidak sambung menyambung. buku ini bercerita seputar kehidupan Mbah Jiwo [ST] sewaktu kuliah di Bandung, cerita-cerita seputar pengalaman hidup ke-artisan-nya dengan banyak filosofis pastinya, ada cerita tentang cinta, kritik sosial, pewayangan, umpatan etc. recommended banget untuk dibaca mengisi waktu luang atau menunggu bedug magrib [bukan promosi]. salah satu kalimat dari beribu-ribu kalimat ST yang mengena dihati dari buku itu adalah…

Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelepon
tak saling SMS
BBM-an
dan lain lain tak saling
namun diam diam keduanya saling mendoakan

dalam sekali bukan…?

selain itu ada ajakan untuk mendalami karakter-karakter ponokawan [yang saya pikir dahulu punakawan] seperti Petruk, Semar, Gareng dan Bagong.

Gareng itu lambang keintelektualan dalam dirimu. Ketika kamu kritis mempertanyakan berbagai hal, kamu sedang meng-Gareng.

Ketika kamu sedang easy going dan take easy terhadap apa pun, kamu sedang mem-Petruk.

Ketika kamu sedang ingin memberontak terhadap apa pun, maka kamu sedang mem-Bagong.

Namun, biarlah #Semar dalam dirimu yang akan memoderatori kemunculan Panakawan dalam batinmu secara situsional.

Petruk: lambang kehendak, berhati-hati dalam menentukan keinginan, harus tetap rendah hati, dan waspada.

segitu dulu, nanti diupdate tulisannya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s