rush hour…

rush hour adalah sebuah istilah untuk menggambarkan sebuah keadaan pada jam-jam sibuk [saat orang berangkat kerja dan pulang kerja bersama-sama]. pernah merasakan yang namanya rush hour…? mungkin kalau tinggal di seputaran jabodetabek, bisa melihat langsung yang namanya rush hour dijalan-jalan protokol [seperti thamrin, sudirman, gatsu] atau stasiun-stasiun commuter line [yang biasa disingkat sebagai CL]. pada saat-saat itu, waktu serasa berjalan pelan, lalu lintas stuck [macet], gerbong-gerbong kereta penuh [bisa dibayangkan dalam satu gerbong manusia dempet-dempetan seperti sekaleng sarden] 😀

karena rumah dan tempat kerja saya masih di kota bogor, jadi saya gak terlalu merasakan yang namanya rush hour. TAPI jumat lalu saya sempat merasakan yang namanya rush hour [di CL pastinya]. begini ceritanya. sore jumat lalu saya mau ke bekasi. kalau menggunakan moda transportasi CL, rute yang saya tempuh naik dari st. cilebut terus turun di st. manggarai. nahhhhh walau sore itu termasuk rush hour, tapi karena rute saya berlawanan arah maka CL yang saya naiki kosong melompong…! LEGA…!

rush hour

rush hour

sampai st. manggarai, saya harus pindah kereta. ganti kereta yang menuju ke bekasi. nahhh pada rute manggarai-bekasi ini saya merasakan yang namanya rush hour…! padat…! tapi saya masih sempat mengabadikan momen manusia layaknya sekaleng sarden 😀

rush hour

rush hour

rush hour

rush hour

selama priode “sekaleng sarden” saya sempat mikir begini “pada saat rush hour, rute-rute padat seperti bogor-jakarta/bekasi-jakarta [pada pagi hari] dan jakarta-bogor/jakarta-bekasi [pada sore hari] jumlah rangkaian CL-nya diperbanyak dibandingkan arah sebaliknya. agar terjadi pemerataan penumpang rangkaian CL dan adegan ‘sekaleng sarden’  tidak terjadi“. dan saya bertanya dalam hati “apakah PT. CL menggunakan mekanisme seperti yang ada dibenak saya…?

selain itu, jeda waktu kedatangan CL di st. manggarai antara tujuan bogor dengan tujuan bekasi agak timpang menurut saya. kereta tujuan bogor lebih sering ketimbang tujuan bekasi. dan saya pun bertanya dalam hati [lagi] “apa karena jarak tempuh ke bogor lebih jauh dari pada ke bekasi…? TAPI kok tarifnya cuma beda 500 rupiah…?” [bogor-manggarai 9000 rupiah begitupun sebaliknya sedangkan bekasi-manggarai 8500 rupiah begitupun sebaliknya].

mungkin teman-teman punya cerita lain seputar rush hour…? saya rasa gak jauh-jauh dari yang namanya macet dan dempet-dempetan 😀

NB : kalau gak mau macet, naik pesawat aja tapi ada delay :p kalau gak mau dempet-dempetan naik mobil pribadi tapi macet :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s